Sabtu, 20 Desember 2014
UI Depok – Meski bau pagi masih
kental terasa, namun semangat para pemuda tetap jelas terasa. Cukup banyak
mahasiswa yang datang pada pagi itu. Pukul 08.00 WIB mereka telah hadir di
Auditorium Gedung H Fakultas Psikologi UI Depok untuk menghadiri seminar
parenting yang berjudul “Be Smart Parents, Raise Brilliant Children!”.
Seminar ini merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah
dan Psikologi Islam Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yaitu PAGII
(Psikologi Bicara Generasi Kini Untuk Nanti) dengan tema “Gue Hari Ini Gue
Untuk Nanti”.
Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas
mengisi kursi kosong di dalam auditorium. Waktu dimulainya acara sedikit
terlambat dan baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Seminar ini diisi oleh dua
orang pembicara, yaitu Ustadz Budi Darmawan, S.Psi. dan Mommy Balqis. Sesuai dengan
judul dari seminar parenting ini, maka para pembicara pun mengulas sedikit
banyak tentang bagaimana caranya agar kita bisa menjadi orangtua yang cerdas
dalam mendidik anak sehingga menghasilkan generasi yang brilliant.
Seperti biasa acara dibuka dengan
pembacaan tilawatil Qur’an oleh salah satu panitia dan dilanjutkan dengan
beberapa sambutan. Setelah itu barulah acara inti dimulai, yaitu penjelasan
materi yang disampaikan oleh pembicara. Ustadz Budi Darmawan terpilih sebagai
pembicara yang pertama.
Bapak dari 13 anak yang semuanya
merupakan hafizh Al Qur’an itu memulai materi dengan memberika sebuah quotes yang ditampilkan pada layar
proyektor di hadapan semua peserta. “Orang yang tidak mengenal identitas
dirinya tidak akan tau kemana ia akan pergi. Orang yang tidak tau kemana ia
akan pergi hanya akan ada dua kemungkinan. Pertama, ia tidak akan pergi
kemana-mana. Kedua, ia akan pergi kemana-mana”. Kalimat tersebut sebenarnya sederhana
namun mempunyai makna yang sangat dalam. Beliau memberikan sebuah contoh, yaitu
kisah Nasrudin Hoja.
Kisah itu menggambarkan bagaimana
“penyakit” manusia modern saat ini, yaitu krisis eksistensi. Krisis eksistensi
ini ditandai dengan timbuknya rasa sedih tanpa sebab, begitu menurut beliau. Maka
dari itu kita sebagai muslim harus mengetahui identitas islam sesungguhnya. Selanjutnya
beliau menjelaskan mengenai lima sarana mendidik anak dalam islam dan
macam-macam potret keluarga. Beliau juga mengatakan bahwa salah satu kebutuhan
anak adalah kebutuhan untuk bangga kepada kedua orangtuanya. Karena itu
merupakan dasar-dasar kehidupan seorang anak.
Setelah ustadz Budi Darmawan
memaparkan materinya, kini tibalah waktunya Mommy Balqis untuk menjelaskan
materi. Beliau yang merupakan edupreneur dan pemilik akun dari @babyhijaber itu
membuka materinya dengan menegaskan bahwa setiap anak terlahir cerdas. “tugas
orangtua hanyalah memfasilitasi dan mengarahkan si anak saja” begitu tuturnya. Kemudian
dilanjutkan dengan menjelaskan macam-macam kecerdasan alami, fungsi keluarga,
dan bagaimana pola asuh yang efektif.
Sesi pertanyaan pun dibuka
setelah kedua pembicara telah selesai menjelaskan materinya. Saat itu hanya
dibatasi tiga orang penanya, yang ketiga-tiganya merupakan perempuan. Acara pun
berakhir kurang lebih pukul 12.00 WIB. Ditutup dengan do’a dan pembagian hadiah
untuk para penanya.
-Rusma Desinta-



Tidak ada komentar:
Posting Komentar