Minggu, 04 Januari 2015

Seminar Parenting (Be Smart Parents, Raise Brilliant Children!)






Sabtu, 20 Desember 2014
UI Depok – Meski bau pagi masih kental terasa, namun semangat para pemuda tetap jelas terasa. Cukup banyak mahasiswa yang datang pada pagi itu. Pukul 08.00 WIB mereka telah hadir di Auditorium Gedung H Fakultas Psikologi UI Depok untuk menghadiri seminar parenting  yang berjudul “Be Smart Parents, Raise Brilliant Children!”. Seminar ini merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Forum Ukhuwah dan Psikologi Islam Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yaitu PAGII (Psikologi Bicara Generasi Kini Untuk Nanti) dengan tema “Gue Hari Ini Gue Untuk Nanti”. 

Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas mengisi kursi kosong di dalam auditorium. Waktu dimulainya acara sedikit terlambat dan baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Seminar ini diisi oleh dua orang pembicara, yaitu Ustadz Budi Darmawan, S.Psi. dan Mommy Balqis. Sesuai dengan judul dari seminar parenting ini, maka para pembicara pun mengulas sedikit banyak tentang bagaimana caranya agar kita bisa menjadi orangtua yang cerdas dalam mendidik anak sehingga menghasilkan generasi yang brilliant.
 
Seperti biasa acara dibuka dengan pembacaan tilawatil Qur’an oleh salah satu panitia dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Setelah itu barulah acara inti dimulai, yaitu penjelasan materi yang disampaikan oleh pembicara. Ustadz Budi Darmawan terpilih sebagai pembicara yang pertama.

Bapak dari 13 anak yang semuanya merupakan hafizh Al Qur’an itu memulai materi dengan memberika sebuah quotes yang ditampilkan pada layar proyektor di hadapan semua peserta. “Orang yang tidak mengenal identitas dirinya tidak akan tau kemana ia akan pergi. Orang yang tidak tau kemana ia akan pergi hanya akan ada dua kemungkinan. Pertama, ia tidak akan pergi kemana-mana. Kedua, ia akan pergi kemana-mana”. Kalimat tersebut sebenarnya sederhana namun mempunyai makna yang sangat dalam. Beliau memberikan sebuah contoh, yaitu kisah Nasrudin Hoja. 

Kisah itu menggambarkan bagaimana “penyakit” manusia modern saat ini, yaitu krisis eksistensi. Krisis eksistensi ini ditandai dengan timbuknya rasa sedih tanpa sebab, begitu menurut beliau. Maka dari itu kita sebagai muslim harus mengetahui identitas islam sesungguhnya. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai lima sarana mendidik anak dalam islam dan macam-macam potret keluarga. Beliau juga mengatakan bahwa salah satu kebutuhan anak adalah kebutuhan untuk bangga kepada kedua orangtuanya. Karena itu merupakan dasar-dasar kehidupan seorang anak.

Setelah ustadz Budi Darmawan memaparkan materinya, kini tibalah waktunya Mommy Balqis untuk menjelaskan materi. Beliau yang merupakan edupreneur dan pemilik akun dari @babyhijaber itu membuka materinya dengan menegaskan bahwa setiap anak terlahir cerdas. “tugas orangtua hanyalah memfasilitasi dan mengarahkan si anak saja” begitu tuturnya. Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan macam-macam kecerdasan alami, fungsi keluarga, dan bagaimana pola asuh yang efektif.

Sesi pertanyaan pun dibuka setelah kedua pembicara telah selesai menjelaskan materinya. Saat itu hanya dibatasi tiga orang penanya, yang ketiga-tiganya merupakan perempuan. Acara pun berakhir kurang lebih pukul 12.00 WIB. Ditutup dengan do’a dan pembagian hadiah untuk para penanya.

-Rusma Desinta-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar