Rabu, 24 Desember 2014

Aku adalah Aku



Aku adalah aku
Bukan kamu, dia, ataupun mereka
Dengan segala sifat yang ku punya
Inilah diriku

Aku adalah aku
Dengan banyak perangai buruk yang ku punya
Jika tak suka pergilah!
Karena ini diriku bukan orang lain
Aku adalah aku
Jika kau tak mau pergi biar aku saja yang pergi
Atau abaikan saja aku
karena diriku hanyalah milikku

Aku adalah aku
Manusia yang egois, pemarah, cengeng
Pantas banyak yang tak menyukaiku
Karena aku tak ingin berubah sedikitpun

Aku adalah aku
Kini aku mengerti mengapa mereka menjauhiku
Semua memang keinginanku
Namun bukan begini sebenarnya yang ku mau

Aku adalah aku
Bukan boneka yang bisa kau permainkan
Bukan boneka yang harus sesuai keinginanmu
Terimalah aku dengan apa adanya diriku

Aku adalah aku
Yang juga ingin berubah menjadi lebih baik
Tapi bukan begini caranya
Memaksaku mengikuti semua yang kau mau

Sekali lagi, aku adalah aku
Bukan kamu, dia, atapun mereka
Bukan pula boneka yang bisa seenaknya kau mainkan
Aku hanya manusia biasa yang juga butuh penerimaan

Karena aku adalah aku.

Rusma Desinta. 25 Desember 2014

Minggu, 05 Oktober 2014

Anak Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” 
Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.
mutiara
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

sumber: http://dongeng.org
DALAM DIAM

Dalam diam..
Bunga itu mekar
Disinari sang mentari yang begitu kekar
Membuat keindahannya jelas terpancar

Dalam diam..
Entah apa yang harus ku lakukan
Menunggu ataukah harus ku katakan?
Letih rasanya menerima semua kenyataan

Dalam diam..
Bunga dan mentari tak bisa saling pandang
Hanya sinar yang datang
Membiarkan rasa itu terus berkembang

Tuhan inikah yang Kau inginkan?
Membuat kami hanya bisa saling mendoakan
Berharap suatu saat akan Kau kabulkan
Hingga akhirnya kami dipertemukan

Meski dalam diam.......

by: Rusma Desinta :)

Kamis, 11 September 2014

Kita Satu (edisi: rindu Irmas Al Kautsar) Part 1

Assalamu'alaikum teman-teman :) ini pertama kalinya saya posting loooh hehehe daaaaaaan postingan pertama ini kayaknya lebih ke "curhat" deh bukan pengetahuan (terus kenapa?-.-) Tapi semoga aja dari curhatan saya ini kalian yang baca dapet "sesuatu" ya... bukan "sesuatu" nya tante Syahr*n* tapi ya wkwk :v

Oke kita mulai aja ya hehe jadi sebenernya sekarang tuh saya lagi kangen berat sama sahabat-sahabat saya, sekaligus keluarga saya di Irmas Al Kautsar. Tau kan ya kepanjangan Irmas itu apa? oooh atau mungkin kalian taunya Rohis kali yaa. Yaaa sama aja sih sebenernya. Irmas itu kepanjangannya Ikatan Remaja Masjid. Al Kautsar itu nama masjid di sekolah saya, tepatnya di SMAN 2 Tangsel. Ada yang tau ga nih? kalo ga tau googling aja ya wkwk (niat banget -.-). Kenapa judulnya "Kita Satu"? jadi ceritanya saya inget salah satu event Irmas Al Kautsar, dimana adik adik kelas saya menutup event itu dengan membawakan lagu Kita Satu dari nasyid Indonesia. Rasanya terharuuuu banget, ya karena saat event itu angkatan saya kebetulan sudah lengser :" jadi kebawa banget suasana harunya (hiks nostalgia :""") coba deh kalian dengerin lagunya wkwk ga maksa yaaaa tapii 

Nah sekarang saya udah lulus SMA nih, jadi bakal jarang banget ketemu sahabat seperjuangan saya di Irmas. Padahal dulu kita seriiiing banget ngumpul di Masjid, sharing tentang kejadian hari itu, curhat, dan yang pasti rapat juga di masjid. Masjid Al Kautsar itu bagaikan "rumah kedua" saya. Kita dekeeet banget... mereka tuh udah jadi bagian dari hidup saya. Mungkin ini yang namanya Ukhuwah. Ga cuma kenal terus pergi, tapi mereka itu nyangkut banget di hati :") Duuuh jadi mulai kebayang susah-senengnya kita dulu waktu berjuang sama sama di Irmas. Setiap ada event keliatan deh tuh muka muka stresnya mereka wkwk. Kalo susahnya ada, senengnya lebih banyak doooong :) Mentoring, Ta'lim, Rapat, Tafakur Alam, LDKI, itu semua jadi kenangan terindah bersama mereka. Pokoknya apapun kegiatan bersama mereka itu pasti jadi kenangan membahagiakan. Mau liat foto-fotonya ga? nih saya share deh :D



 
 


 Nah itu baru dua. sebenernya banyak banget loooh foto foto bareng keluarga saya ini. Oiya ini belum habis, kapan-kapan saya mau lanjutin lagi nih cerita tentang keluarga saya ini. hehe jadi ini Bersambuuuuung.....