Minggu, 04 Januari 2015

Boleh Pacaran Gak Sih? (Reportase)




Rabu, 12 Nopember 2014
Masjid SC UIN- ‘Katanya cinta itu fitrah? Terus Kalo pacaran gimana? Kan kita punya perasaan? Cuma buat nambah semangat aja kok. Tapikaaann …’ Begitu banyak pertanyaan yang terbesit dalam pikiran pemuda-pemudi  muslim saat ini. Zaman dimana pacaran menjadi hal yang biasa, bahkan menjadi sebuah trend. Karena itulah ratusan mahasiswa dari berbagai universitas datang ke acara ini. Acara yang berjudul “Boleh Pacaran Gak Sih” dengan Ustadz Felix Siauw sebagai pembicara.

Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka dengan tilawatil Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu mahasiswa UIN yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai sambutan.  Hingga tibalah acara utamanya yaitu materi yang disampaikan oleh Ustadz Felix Siauw. Dalam pembukaannya beliau memaparkan mengenai perkembangan zaman yang kini telah berubah. “zaman telah berubah. Kalau dulu laki-laki itu pikirannya logis sedangkan perempuan emosional. Tapi sekarang justru kebalikannya. Laki-laki lebih emosional daripada perempuan. Bisa dilihat di berbagai sosial media” jelasnya. Semua audiens saat itu tertawa mendengar pernyataan dari beliau, tanda setuju. 

Acara yang didominasi oleh para muslimah itu kian serius ketika Ustadz Felix memaparkan beberapa wanita mulia di zaman Rasul. Diantaranya Khadijah, Maryam, Ummu Musa, dan masih banyak lagi. “Di balik laki-laki yang kuat pasti terdapat perempuan yang hebat. Maka dari itu wanita begitu mulia” tuturnya, membuat hampir seluruh akhwat (wanita) yang mendengarnya tersenyum.
Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini islam diserang melalui para wanitanya. Mengapa? Karena saat ini wanita cenderung mendominasi dalam hal opini. Banyak wanita yang kemudian menjadi pusat perhatian karena opininya. Misalnya dalam parlemen atau bahkan dalam rumah tangga pun banyak dijumpai justru istri yang menjadi “kepala rumahtangga” karena begitu kuat opininya. Hal tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh kaum yang memang ingin menghancurkan islam. 

“Mereka merusak perempuan muslim dengan 3F. Apa itu?” tanyanya. Saat itu juga hampir semua audiens mengeluarkan suaranya, menjawab pertanyaan yang diajukan Ustadz Felix. “ya, 3F itu Food, Fashion, dan Fun” tuturnya. Beliau mengatakan bahwa perempuan itu senjata paling ampuh untuk merusak islam. Karena perempuan bertanggung jawab atas generasinya. Ketika perempuan rusak maka generasinya pun ikut rusak. Generasi yang didik oleh perempuan sebagai ibunya. 

Dan sampai pada inti pembahasan yang menjawab pertanyaan sekaligus judul dari acara ini, boleh pacaran gak sih? Ustadz Felix sebagai pemateri satu-satunya itu memaparkan beberapa fakta tentang wanita. “pada tahun 2006 51% wanita tidak perawan lagi, kemudian pada tahun 2008 62,7% remaja wanita SMP tidak perawan. Itulah efek pacaran. Memang tidak semua pacaran berujung pada hal itu, tetapi setiap zinah dimulai dari pacaran” jelasnya. Maka dapat disimpulkan bahwa pacaran itu tidak diperbolehkan dalam islam.

Kemudian beliau menutupnya dengan beberapa nasihat. Maksiat itu tidak mungkin berujung bahagia. Ketika ada orang yang sudah bermaksiat sebelum menikah maka akan lebih mudah untuknya bermaksiat setelah menikah. Maka dari itu, beliau mengatakan bahwa kita harus mencari pasangan yang takut kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Karena ketika kita mencintai yang sama (Allah SWT) maka hubungan kita pun akan langgeng

Akhirnya tibalah di penghujung acara yang selesai sekitar pukul 18.00, sebelum adzan maghrib. Sontak semua audiens langsung berhamburan keluar setelah pembawa acara mentupnya dengan mengucapkan terimakasih dan berdo’a. Karena begitu banyaknya peserta yang hadir dalam acara tersebut saya pun mewawancarai salah satu peserta akhwat yang hadir. Ia berasal dari daerah Pamulang. Ia mengatakan bahwa ia tertarik dengan acara ini karena tema dari acara tersebut. “hal itu (pacaran) terlihat sepele dan banyak yang mengabaikannya padahal itu merupakan masalah yang sangat besar  makanya saya tertarik ikut acara ini” katanya. Ia juga mengatakan bahwa ia mendapat banyak ilmu dari acara tersebut. Salah satunya adalah kita sebagai wanita harus lebih bisa menjaga diri karena yang diserang adalah para wanita dan generasi penerusnya. Menurutnya, pacaran itu tidak ada manfaatnya jadi tidak perlu dilakukan, ditambah lagi pacaran memang tidak diperbolehkan dalam islam.

Tak lama kemudian adzan maghrib pun terdengar. Akhirnya kami semua yang masih berada di masjid SC UIN tersebut melaksanakan sholat maghrib berjama’ah. Dan saat itu pula hujan mengguyur wilayah UIN dan sekitarnya.

-Rusma Desinta-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar