Masjid SC UIN- ‘Katanya cinta itu fitrah? Terus Kalo pacaran gimana? Kan kita punya perasaan? Cuma
buat nambah semangat aja kok. Tapikaaann …’ Begitu banyak pertanyaan yang
terbesit dalam pikiran pemuda-pemudi muslim saat ini. Zaman dimana pacaran menjadi
hal yang biasa, bahkan menjadi sebuah trend.
Karena itulah ratusan mahasiswa dari berbagai universitas datang ke acara
ini. Acara yang berjudul “Boleh Pacaran Gak Sih” dengan Ustadz Felix Siauw
sebagai pembicara.
Acara dimulai
pukul 16.00 WIB dan dibuka dengan tilawatil Qur’an yang dilantunkan oleh salah
satu mahasiswa UIN yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai sambutan. Hingga tibalah acara utamanya yaitu materi
yang disampaikan oleh Ustadz Felix Siauw. Dalam pembukaannya beliau memaparkan
mengenai perkembangan zaman yang kini telah berubah. “zaman telah berubah. Kalau
dulu laki-laki itu pikirannya logis sedangkan perempuan emosional. Tapi sekarang
justru kebalikannya. Laki-laki lebih emosional daripada perempuan. Bisa dilihat
di berbagai sosial media” jelasnya. Semua audiens saat itu tertawa mendengar
pernyataan dari beliau, tanda setuju.
Acara yang
didominasi oleh para muslimah itu kian serius ketika Ustadz Felix memaparkan
beberapa wanita mulia di zaman Rasul. Diantaranya Khadijah, Maryam, Ummu Musa,
dan masih banyak lagi. “Di balik laki-laki yang kuat pasti terdapat perempuan
yang hebat. Maka dari itu wanita begitu mulia” tuturnya, membuat hampir seluruh
akhwat (wanita) yang mendengarnya tersenyum.
Beliau juga
menjelaskan bahwa saat ini islam diserang melalui para wanitanya. Mengapa? Karena
saat ini wanita cenderung mendominasi dalam hal opini. Banyak wanita yang
kemudian menjadi pusat perhatian karena opininya. Misalnya dalam parlemen atau
bahkan dalam rumah tangga pun banyak dijumpai justru istri yang menjadi “kepala
rumahtangga” karena begitu kuat opininya. Hal tersebut akhirnya dimanfaatkan
oleh kaum yang memang ingin menghancurkan islam.
“Mereka
merusak perempuan muslim dengan 3F. Apa itu?” tanyanya. Saat itu juga hampir
semua audiens mengeluarkan suaranya, menjawab pertanyaan yang diajukan Ustadz
Felix. “ya, 3F itu Food, Fashion, dan Fun” tuturnya. Beliau mengatakan bahwa
perempuan itu senjata paling ampuh untuk merusak islam. Karena perempuan bertanggung
jawab atas generasinya. Ketika perempuan rusak maka generasinya pun ikut rusak.
Generasi yang didik oleh perempuan sebagai ibunya.
Dan sampai
pada inti pembahasan yang menjawab pertanyaan sekaligus judul dari acara ini,
boleh pacaran gak sih? Ustadz Felix sebagai pemateri satu-satunya itu
memaparkan beberapa fakta tentang wanita. “pada tahun 2006 51% wanita tidak
perawan lagi, kemudian pada tahun 2008 62,7% remaja wanita SMP tidak perawan. Itulah
efek pacaran. Memang tidak semua pacaran berujung pada hal itu, tetapi setiap
zinah dimulai dari pacaran” jelasnya. Maka dapat disimpulkan bahwa pacaran itu
tidak diperbolehkan dalam islam.
Kemudian beliau
menutupnya dengan beberapa nasihat. Maksiat itu tidak mungkin berujung bahagia.
Ketika ada orang yang sudah bermaksiat sebelum menikah maka akan lebih mudah
untuknya bermaksiat setelah menikah. Maka dari itu, beliau mengatakan bahwa kita
harus mencari pasangan yang takut kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Karena ketika
kita mencintai yang sama (Allah SWT) maka hubungan kita pun akan langgeng.
Akhirnya tibalah
di penghujung acara yang selesai sekitar pukul 18.00, sebelum adzan maghrib. Sontak
semua audiens langsung berhamburan keluar setelah pembawa acara mentupnya
dengan mengucapkan terimakasih dan berdo’a. Karena begitu banyaknya peserta
yang hadir dalam acara tersebut saya pun mewawancarai salah satu peserta akhwat
yang hadir. Ia berasal dari daerah Pamulang. Ia mengatakan bahwa ia tertarik
dengan acara ini karena tema dari acara tersebut. “hal itu (pacaran) terlihat sepele dan banyak yang mengabaikannya
padahal itu merupakan masalah yang sangat besar makanya saya tertarik ikut acara ini” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa ia mendapat banyak ilmu dari acara tersebut. Salah satunya
adalah kita sebagai wanita harus lebih bisa menjaga diri karena yang diserang
adalah para wanita dan generasi penerusnya. Menurutnya, pacaran itu tidak ada
manfaatnya jadi tidak perlu dilakukan, ditambah lagi pacaran memang tidak
diperbolehkan dalam islam.
Tak lama
kemudian adzan maghrib pun terdengar. Akhirnya kami semua yang masih berada di
masjid SC UIN tersebut melaksanakan sholat maghrib berjama’ah. Dan saat itu
pula hujan mengguyur wilayah UIN dan sekitarnya.
-Rusma Desinta-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar