Hal-hal sepele biasanya diabaikan
banyak orang. Padahal tidak semua hal sepele benar-benar sepele. Maksudnya, ada
hal sepele yang ternyata menyebabkan dampak yang cukup besar. Dan kita tidak
menyadarinya.
Contohnya saja menguap. Menguap itu
memang hal wajar yang pasti dialami setiap orang. Dari anak-anak hingga dewasa.
Bisa juga disebut sifat naluriah manusia. Menguap merupakan refleks pernafasan
untuk menarik lebih banyak oksigen kedalam aliran darah. Orang yang menguap
biasanya tidak sadar. Tiba-tiba ingin saja menguap.
Disini saya tidak akan membahas
mengapa manusia menguap atau proses menguap itu seperti apa. Saya hanya ingin
berpendapat mengenai-mungkin bisa dibilang-tata cara menguap. Memang menguap
ada tata caranya? Loh jelas ada. Kita hidup di dunia ini tidak seorang diri
melainkan dengan banyak orang.
Apa hubungannya dengan orang
lain? Tentu ada. Oke kita bahas satu persatu. Check it out!
Coba ingat kembaili ketika kita
menguap apakah hanya membuka mulut saja atau dengan menutup mulut? Bersuara atau
tidak bersuara? Bagi yang menutup mulut dan tidak bersuara, selamat anda telah
membantu memberikan kedamaian kepada sekitar. Bagi yang belum coba anda
bayangkan, ketika kita menguap dengan suara yang cukup kencang dan menganga
selebar-lebarnya apakah tidak mengganggu orang lain di dekat kita?
Saya pribadi sangat terganggu
dengan hal itu. Mendengar suara orang ketika menguap tidak terlalu masalah bagi
saya (tidak tahu bagi yang lain), namun menguap yang terlalu lebar itu yang
menurut saya menjadi masalah. Kenapa?
Apakah kita yakin mulut kita ini
berbau harum? Layak dicium orang di sekitar kita? Ini salah satu etika yang
harus kita perhatikan. Bisa jadi banyak orang yang terganggu dengan bau mulut
kita ketika kita sedang menguap dan membuka mulut kita lebar-lebar. Mungkin ada
beberapa orang di dekat kita yang sedikit menjauhi kita, namun ada pula orang
yang benar-benar terdesak dan tidak bisa jauh menjauhi kita, di dalam kereta
atau mobil misalnya.
Bayangkan saja jika kita menjadi
orang itu. Mencium bau yang tidak sedap keluar dari mulut orang yang sedang
menguap tanpa menutup mulutnya. Bahkan islam menganjurkan kita untuk menahan
ketika hendak menguap.
“Menguap
adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah
ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)
Jika tidak bisa ditahan hendaknya
menutup mulutnya dengan tangan kiri.
Jadi menguap itu ada etika atau
adabnya. Jika saat ini belum terbiasa menahan, tak apa menguap saja. Namun saran
saya tutup mulut kita dan jangan bersuara. Sepele memang, tetapi hal ini sangat
penting. Ingat, tidak hanya diri kita saja yang ingin nyaman tetapi juga orang lain.
Jadi cobalah untuk memberikan kenyamanan pada orang lain dari hal sepele,
seperti menguap.
-Rusma Desinta-






