Minggu, 16 Juli 2017

[VIDEO] CONTOH PENGGUNAAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS IN VIVO







Dalam video tersebut klien mengalami gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Klien memiliki pikiran obsesif terhadap kebersihan, sehingga ia merasa cemas ketika menggenggam sesuatu. Karena rasa cemas itu klien akan terus menerus atau secara kompulsif membersihkan dirinya ketika ia merasa bahwa dirinya kotor setelah terkena benda tersebut. Selama ini klien menggunakan sarung tangan ketika hendak menggenggam sesuatu.
Dalam masalah tersebut terapis menggunakan teknik desensitisasi sistematis in vivo, yaitu dengan melibatkan keberadaan klien tersebut secara aktual pada situasi-situasi dalam hirarki kecemasannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa desensitisasi sistematis ini merupakan teknik terapi yang bertujuan untuk mengurangi, menghambat, dan menghilangkan respon secara bertahap dengan memunculkan respon yang berlawanan.Dalam hal ini respon yang akan dihilangkan adalah respon cemas yang mengakibatkan klien bersikap kompulsif.
Yang pertama dilakukan oleh terapis dalam video tersebut adalah meminta klien untuk mengambil sebuah tali pengikat anjing yang telah dia bawa dari rumah. Kemudian terapis meminta klien untuk memegangnya selama beberapa menit. Selanjutnya terapis menanyakan level kecemasan menurut klien setelah memegang tali tersebut dari 1-100. Dan klien pun menjawab bahwa level kecemasannya saat itu adalah 60.
Setelah beberapa waktu terapis meminta klien untuk lebih mendekatkan tali itu ke tubuhnya. Dan klien ditanya lagi berapa level kecemasan setelah dia mendekatkan tali anjing tersebut ke tubuhnya. Klien pun menjawab 65. Kemudian terapis bertanya kepada klien apa saja menurutnya yang terdapat di tali itu. Klien menjawab bahwa dia mencium bau tidak sedap seperti saliva anjing atapun kotoran anjing. Atas jawaban tersebut terapis meminta klien untuk menyentuh bagian yang menurutnya terdapat saliva atau kotoran anjing. Setelah itu ditanya lagi level kecemasannya, yaitu 90.
Dalam video tersebut terlihat jelas bahwa terapis selalu memberikan respon yang membuat klien rileks setelah melakukan hal-hal yang membuat dirinya cemas. Dengan begitu terapis bisa melanjutkan perlakuan pada tahap yang semakin tinggi. Misalnya setelah meminta klien untuk menyentuh bagian yang kotor tersebut, klien diminta untuk mengusapkan tali anjing ke bagian tubuhnya seperti yang telah dicontohkan oleh terapis sebelumnya. Selain itu juga terapis meminta klien untuk mengalungkan tali itu ke lehernya bahkan menciumnya.
Peran terapis untuk terus memberikan dukungan sehingga klien rileks sangatlah dibutuhkan. Dengan begitu klien bisa menghadapi keadaan dari yang tidak terlalu membuatnya cemas, sampai yang sangat membuat dirinya cemas.
Dalam video tersebut juga terlihat hirarki kecemasan pada klien. Dari mulai hanya memegang tali itu dengan level kecemasan 60 hingga menyentuh bagian terkotor dengan level 90. Namun setelah itu klien tetap berhasil menghadapinya dan terus melakukan ke tahap selanjutnya. Setelah sesi terapi selesai, terapis memberikan tugas untuk klien di rumahnya. Seperti memegang benda-benda tanpa sarung tangan dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar