Dalam
video tersebut klien mengalami gangguan Obsessive
Compulsive Disorder (OCD). Klien memiliki pikiran obsesif terhadap
kebersihan, sehingga ia merasa cemas ketika menggenggam sesuatu. Karena rasa
cemas itu klien akan terus menerus atau secara kompulsif membersihkan dirinya
ketika ia merasa bahwa dirinya kotor setelah terkena benda tersebut. Selama ini
klien menggunakan sarung tangan ketika hendak menggenggam sesuatu.
Dalam
masalah tersebut terapis menggunakan teknik desensitisasi sistematis in vivo, yaitu dengan melibatkan
keberadaan klien tersebut secara aktual pada situasi-situasi dalam hirarki
kecemasannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa desensitisasi
sistematis ini merupakan teknik terapi yang bertujuan untuk mengurangi,
menghambat, dan menghilangkan respon secara bertahap dengan memunculkan respon
yang berlawanan.Dalam hal ini respon yang akan dihilangkan adalah respon cemas
yang mengakibatkan klien bersikap kompulsif.
Yang
pertama dilakukan oleh terapis dalam video tersebut adalah meminta klien untuk
mengambil sebuah tali pengikat anjing yang telah dia bawa dari rumah. Kemudian terapis
meminta klien untuk memegangnya selama beberapa menit. Selanjutnya terapis
menanyakan level kecemasan menurut klien setelah memegang tali tersebut dari
1-100. Dan klien pun menjawab bahwa level kecemasannya saat itu adalah 60.
Setelah
beberapa waktu terapis meminta klien untuk lebih mendekatkan tali itu ke
tubuhnya. Dan klien ditanya lagi berapa level kecemasan setelah dia mendekatkan
tali anjing tersebut ke tubuhnya. Klien pun menjawab 65. Kemudian terapis
bertanya kepada klien apa saja menurutnya yang terdapat di tali itu. Klien menjawab
bahwa dia mencium bau tidak sedap seperti saliva anjing atapun kotoran anjing. Atas
jawaban tersebut terapis meminta klien untuk menyentuh bagian yang menurutnya
terdapat saliva atau kotoran anjing. Setelah itu ditanya lagi level
kecemasannya, yaitu 90.
Dalam
video tersebut terlihat jelas bahwa terapis selalu memberikan respon yang
membuat klien rileks setelah melakukan hal-hal yang membuat dirinya cemas. Dengan
begitu terapis bisa melanjutkan perlakuan pada tahap yang semakin tinggi. Misalnya
setelah meminta klien untuk menyentuh bagian yang kotor tersebut, klien diminta
untuk mengusapkan tali anjing ke bagian tubuhnya seperti yang telah dicontohkan
oleh terapis sebelumnya. Selain itu juga terapis meminta klien untuk
mengalungkan tali itu ke lehernya bahkan menciumnya.
Peran
terapis untuk terus memberikan dukungan sehingga klien rileks sangatlah dibutuhkan.
Dengan begitu klien bisa menghadapi keadaan dari yang tidak terlalu membuatnya
cemas, sampai yang sangat membuat dirinya cemas.
Dalam
video tersebut juga terlihat hirarki kecemasan pada klien. Dari mulai hanya
memegang tali itu dengan level kecemasan 60 hingga menyentuh bagian terkotor
dengan level 90. Namun setelah itu klien tetap berhasil menghadapinya dan terus
melakukan ke tahap selanjutnya. Setelah sesi terapi selesai, terapis memberikan
tugas untuk klien di rumahnya. Seperti memegang benda-benda tanpa sarung tangan
dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar