Seperti
yang telah kita ketahui bersama bahwa psikoterapi merupakan sebuah metode yang
dilakukan untuk menangani masalah individu yang berkaitan dengan emosi,
pikiran, ataupun perilaku. Saat ini psikoterapi sendiri sudah cukup banyak
dikenal dan dilakukan oleh masyarakat. Meskipun memang di beberapa negara termasuk
Indonesia masih merasa bahwa hanya orang-orang yang benar-benar memilki “gangguan
kejiwaan”lah yang pantas untuk melakukan psikoterapi ini. Namun tidak sedikit
pula masyarakat yang merasa butuh akan psikoterapi ini. Lalu bagaimanakah
sebenarnya peran psikoterapi dalam masyarakat?
Dalam
banyak kasus, beberapa penyakit atau gangguan tidak bisa diatasi hanya dengan
meminum obat. Terkadang psikoterapi ini lah yang membantu mempercepat
pengobatan. Misalnya pada penelitian yang dilakukan oleh Hanati N yang berjudul
“Peranan Psikoterapi pada Program Terapi Rumatan Metadon di Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah Denpasar” didapatkan hail bahwa psikoterapi berperan mengurang
konsumsi obat atau dosis yang diberikan pada pasien. Hal ini menunjukkan bahwa
individu yang mengalami suatu masalah, penyakit, ataupun gangguan tidak harus
selalu tergantung kepada obat. Namun ternyata mereka juga bisa mengatasi
permasalahannya dengan psikoterapi.
Selain
membantu individu untuk tidak bergantung pada obat-obatan, pada beberapa
gangguan psikoterapi juga bisa dilakukan oleh individu itu sendiri tanpa
didampingi oleh terapis. Misalnya seperti seseorang yang mengalami kecemasan,
maka dalam sesi terapi terapis akan membantu klien untuk bisa membuat dirinya
rileks dengan cara tertentu. Sehingga ketika tiba-tiba klien tersebut cemas, ia
bisa menggunakan teknik rileks yang telah diajarkan oleh terapis sebelumnya. Dan
itu membuat klien mandiri dan tidak bergantung pada perlakuan terapis.
Dalam
peranan yang lebih luas dalam masyarakat seperti pada keluarga, organisasi, dan
sebagainya biasanya psikoterapi membantu mereka dalam permasalahan komunikasi. Komunikasi
merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sebuah hubungan sosial. Faktanya
psikoterapi memang membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan atau
permasalahan komunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Seperti penelitian
yang dilakukan oleh Noviza dan Koentjoro (2014) yang berjudul “Efektivitas
Psikoterapi Interpersonal untuk Menurunkan Depresi pada Remaja Putri dengan
Orangtua Bercerai” yang mendapatkan hasil bahwa salah satu dari subjek yang
mereka teliti memiliki komunikasi yang lebih baik dengan orangtuanya setelah
menjalan psikoterapi tersebut. Dan juga bisa mengetahui cara berkomunikasi yang
efektif meskipun subjek tersebut masih remaja. Hal tersebut mutlak diperlukan
setiap individu karena biasanya permasalahn sosial yang terjadi banyak
disebabkan oleh buruknya komunikasi antara pihak-pihak yang berseteru.
Hal-hal
diatas merupakan sedikit dari peran psikoterapi dalam masyarakat. Karena jika
diteliti lebih dalam lagi maka banyak sekali peran psikoterapi yang ada di
masyarakat. Namun perlu digaris bawahi bahwa keberhasilan psikoterapi
tergantung dari keinginan individu tersebut untuk mengatasi permasalahannya. Sehingga
tidak sedikit pula psikoterapi yang nyatanya belum berperan secara maksimal
ditengah masyarakat, terlebih lagi adanya perbedaan latar belakang budaya
masyarakat itu sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
N,
Hanati. (2014). Peranan Psikoterapi pada
Program Terapi Rumatan Metadon di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.
Denpasar: Medicina. Vol. 4, no. 1.
Noviza
dan Koentjoro. (2014). Efektivitas
Psikoterapi Interpersonal untuk Menurunkan Depresi pada Remaja Putri dengan
Orangtua Bercerai. Yogyakarta: Jurnal Psikologi Intervensi. Vol. 6, no. 1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar