1. Konsep
Kepribadian
Allport
mengeluarkan banyak definisi mengenai kepribadian. Namun definisi terakhir yang
ia keluarkan dapa disimpulkan bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang
menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Konsep kepribadian Allport
disebut Psikologi Individual. Menurut Allport struktur terpenting dalam
kepribadian adalah yang dapat mendeskripsikan orang tersebut dalam konteks
karakteristik individual atau yang disebut disposisi personal.
A. Disposisi
Personal
Disposisi personal
merupakan sifat yang khas pada individu untuk memulai atau mengarahkan suatu
perilaku. Dalam hal ini, Allpor sangat hati-hati membedakan disposisi personal
dengan sifat umum. Karena sifat umum merupakan karakteristik umum yang dimiliki
oleh banyak orang. Terlihat jelas perbedaan antara keduanya, yaitu ke-khas-an
yang dimiliki oleh individu. Terdapat tingkatan dalam disposisi personal, mulai
dari yang paling utama hingga yag mempunyai tingkat sekunder bagi individu
tersebut.
a) Disposisi
Pokok: Beberapa orang mempunyai karakteristik yang sangat kuat atau emosi kuat
yang bersifat mengatur dan sangat menonjol, sehingga mendominasi kehidupan
orang tersebut. Disposisi ini tidak dapat disembunyikan, dan biasanya kehidupan
seseorang tidak terlepas dari disposisi pokok ini. Misalnya, hanya Narcissus
yang sepenuhnya narsisme. Jika nama itu digunakan untuk mendeskripsikan
karakteristik orang lain, maka akan menjadi sifat umum.
b) Disposisi
Sentral: Hanya sedikit orang yang mempunyai disposisi pokok, namun semua orang
mempunyai beberapa disposisi sentral. Biasanya setiap orang memiliki 5-10 disposisi
sentral, yaitu sesuatu yang sangat menojol pada hidup seseorang dan menjelaskan
bagaimana disi individu tersebut. Dan akan diketahui oleh orang yang sangat
dekat dan mengenal individu tersebut.
c) Disposisi
Sekunder: Disposisi sekunder dimiliki oleh semua orang, namun tidak krusial
bagi kepribadian seseorang. Disposisi sentral juga bertanggung jawab atas
perilaku spesifik seseorang.
B. Disposisis
Motivasi dan Ekspresif
Semua disposisi
personal memiliki kekuatan motivasi. Terdapat disposisi yang terasa lebih kuat
dibanding yang lainnya, Allport menyebutnya sebagai disposisi motivasi. Sedangkan
disposisi personal yang dialami tidak terlalu kuat disebut disposisi ekspresif,
meskipun disposisi ini juga memiliki kekuatan motivasi. Disposisi ekspresif mengarahkan
tindakan, sedangkan disposisi motivasi memunculkan tindakan.
C. Proprium
Proprium merujuk pada perilaku dan
disposi personal yang hangat dan sentral untuk hidup kita, dan kita anggap
sebagai sesuatu yang khusus kita miliki. Namun terdapat perilaku yang tidak bersifat
proprium yaitu dorongan dan kebutuhan dasar yang bisa dipenuhi tanpa banyak kesulitan, kebiasaan-kebiasaan
umum seperti menggunakan pakaian, dan perilaku sehari-hari seperti menggosok
gigi.
2.
Kepribadian Sehat
Konsep kepribadian
sehat menurut Allport adalah sebagai berikut:
a)
Manusia yang matang secara psikologis memiliki
karakteristik berupa perilaku proaktif, yaitu mampu bertindak secara sadar
dalam lingkungannya dengan pendekatan inovatif sehingga lingkungannya
memberikan respon.
b)
Kepribadian yang matang lebih dapat termotivasi oleh
proses sadar daripada kepribadian yang terganggu, sehingga mereka lebih
fleksibel dan mandiri.
c)
Pribadi yang sehat biasanya tidak memiliki masa kecil
yang traumatis walaupun pada tahun berikutnya mereka bisa menghadapi konflik
tersebut.
Terdapat enam kepribadian kriteria
yang matang menurut Allport yaitu:
·
Perluasan perasaan diri
·
Hubungan yang hangat dengan orang lain
·
Keamanan emosional atau penerimaan diri
·
Memiliki persepsi yang relistis terhadap lingkungan
sekitarnya
·
Memiliki insight dan humor yang baik
·
Filososfi kehidupan yang integral
3.
Perkembangan Kesehatan Mental
Allport
tidak menggambarkan perkembagan kepribadian menurut tingkat-tingkat yang jelas,
seperti perkembangan diri. Namun dalam perkembangan proparium Allport membagi
dalam beberapa tahap:
a)
0-3 tahun : Pembanguanan keadaran diri :
sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri
berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa
menjadi faktor yang penting. Harga diri atau kebanggaan sebagai periode terakhir
dimana anak ingin melakukan sesuatu, membuatnya terwujud, dan mengontrol
dunianya.
b)
4-6 tahun: Perluasan diri dan gambaran
diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan
hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia
tumbuh terhubung sangat penting. Muncul perasaan lingkungan tersebut adalah
bagian dirinya. Gambaran diri; terkait dengan penanaman-penanaman nilai,
tangung jawab moral, intensi, tujuan dan pengetahuan diri yang akan berperan mencolok dalam kepribadiannya kelak.
c)
6-12 tahun: Kesadaran diri. Pengenalan
kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena
anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
d)
Remaja: Propriate striving,
pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range
purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah
saya seorang anak atau dewasa?”
e)
Kedewasaan: Menurut Allport, faktor
utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang
terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkahlaku menurut
prinsip otonomi fungsional.
Daftar Pustaka:
Feist,
dan Feist. (2010). Teori kepribadian edisi 7. Jakarta : Salemba Empat.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan : model-model
kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius.http://khalishtalini.blogspot.co.id/2013/04/teori-kepribadian-allport.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar