Kamis, 14 April 2016

GORDON W. ALLPORT






1.      Konsep Kepribadian
Allport mengeluarkan banyak definisi mengenai kepribadian. Namun definisi terakhir yang ia keluarkan dapa disimpulkan bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Konsep kepribadian Allport disebut Psikologi Individual. Menurut Allport struktur terpenting dalam kepribadian adalah yang dapat mendeskripsikan orang tersebut dalam konteks karakteristik individual atau yang disebut disposisi personal.

A.    Disposisi Personal
Disposisi personal merupakan sifat yang khas pada individu untuk memulai atau mengarahkan suatu perilaku. Dalam hal ini, Allpor sangat hati-hati membedakan disposisi personal dengan sifat umum. Karena sifat umum merupakan karakteristik umum yang dimiliki oleh banyak orang. Terlihat jelas perbedaan antara keduanya, yaitu ke-khas-an yang dimiliki oleh individu. Terdapat tingkatan dalam disposisi personal, mulai dari yang paling utama hingga yag mempunyai tingkat sekunder bagi individu tersebut.

a)      Disposisi Pokok: Beberapa orang mempunyai karakteristik yang sangat kuat atau emosi kuat yang bersifat mengatur dan sangat menonjol, sehingga mendominasi kehidupan orang tersebut. Disposisi ini tidak dapat disembunyikan, dan biasanya kehidupan seseorang tidak terlepas dari disposisi pokok ini. Misalnya, hanya Narcissus yang sepenuhnya narsisme. Jika nama itu digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik orang lain, maka akan menjadi sifat umum.
b)      Disposisi Sentral: Hanya sedikit orang yang mempunyai disposisi pokok, namun semua orang mempunyai beberapa disposisi sentral. Biasanya setiap orang memiliki 5-10 disposisi sentral, yaitu sesuatu yang sangat menojol pada hidup seseorang dan menjelaskan bagaimana disi individu tersebut. Dan akan diketahui oleh orang yang sangat dekat dan mengenal individu tersebut.
c)      Disposisi Sekunder: Disposisi sekunder dimiliki oleh semua orang, namun tidak krusial bagi kepribadian seseorang. Disposisi sentral juga bertanggung jawab atas perilaku spesifik seseorang.

B.     Disposisis Motivasi dan Ekspresif
Semua disposisi personal memiliki kekuatan motivasi. Terdapat disposisi yang terasa lebih kuat dibanding yang lainnya, Allport menyebutnya sebagai disposisi motivasi. Sedangkan disposisi personal yang dialami tidak terlalu kuat disebut disposisi ekspresif, meskipun disposisi ini juga memiliki kekuatan motivasi. Disposisi ekspresif mengarahkan tindakan, sedangkan disposisi motivasi memunculkan tindakan.

C.     Proprium
Proprium merujuk pada perilaku dan disposi personal yang hangat dan sentral untuk hidup kita, dan kita anggap sebagai sesuatu yang khusus kita miliki. Namun terdapat perilaku yang tidak bersifat proprium yaitu dorongan dan kebutuhan dasar yang bisa dipenuhi tanpa banyak kesulitan, kebiasaan-kebiasaan umum seperti menggunakan pakaian, dan perilaku sehari-hari seperti menggosok gigi.

2.      Kepribadian Sehat
Konsep kepribadian sehat menurut Allport adalah sebagai berikut:

a)      Manusia yang matang secara psikologis memiliki karakteristik berupa perilaku proaktif, yaitu mampu bertindak secara sadar dalam lingkungannya dengan pendekatan inovatif sehingga lingkungannya memberikan respon.
b)      Kepribadian yang matang lebih dapat termotivasi oleh proses sadar daripada kepribadian yang terganggu, sehingga mereka lebih fleksibel dan mandiri.
c)      Pribadi yang sehat biasanya tidak memiliki masa kecil yang traumatis walaupun pada tahun berikutnya mereka bisa menghadapi konflik tersebut.

Terdapat enam kepribadian kriteria yang matang menurut Allport yaitu:
·         Perluasan perasaan diri
·         Hubungan yang hangat dengan orang lain
·         Keamanan emosional atau penerimaan diri
·         Memiliki persepsi yang relistis terhadap lingkungan sekitarnya
·         Memiliki insight dan humor yang baik
·         Filososfi kehidupan yang integral

3.      Perkembangan Kesehatan Mental
Allport tidak menggambarkan perkembagan kepribadian menurut tingkat-tingkat yang jelas, seperti perkembangan diri. Namun dalam perkembangan proparium Allport membagi dalam beberapa tahap:

a)      0-3 tahun : Pembanguanan keadaran diri : sense of bodily self (enak tidak enak), perasaan identitas diri berkelanjutan kesadaran sebagai subjek yang berkembang. Dalam hal ini bahasa menjadi faktor yang penting. Harga diri atau kebanggaan sebagai periode terakhir dimana anak ingin melakukan sesuatu, membuatnya terwujud, dan mengontrol dunianya.
b)      4-6 tahun: Perluasan diri dan gambaran diri. Dalam perluasan diri, perasaan keterhubungan dengan orang-orang dan hal-hal yang penting dalam lingkungannya. Relasi anak dan lingkungan tempat dia tumbuh terhubung sangat penting. Muncul perasaan lingkungan tersebut adalah bagian dirinya. Gambaran diri; terkait dengan penanaman-penanaman nilai, tangung jawab moral, intensi, tujuan dan pengetahuan diri yang akan berperan mencolok  dalam kepribadiannya kelak.
c)      6-12 tahun: Kesadaran diri. Pengenalan kemampunan diri mengatasi persoalan-persoalan dengan alasan dan gagasan karena anak bergerak dari lingkungan keluarga ke masyarakat.
d)     Remaja: Propriate striving, pembanguanan tujuan dan rencana ke depan: intensi-intensi, long-range purposes,distant goals.Persoalan utama berkaitan dengan identitas, ”apakah saya seorang anak atau dewasa?”
e)      Kedewasaan: Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkahlaku menurut prinsip otonomi fungsional.

Daftar Pustaka:

Feist, dan Feist. (2010). Teori kepribadian edisi 7. Jakarta : Salemba Empat.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan : model-model kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius.
http://khalishtalini.blogspot.co.id/2013/04/teori-kepribadian-allport.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar