1.
Konsep
Kepribadian
Carl
Rogers mengembangkan teori kepribadian humanistik. Ia dikenal sebagai pencetus
terapi yang berpusat pada klien (client-centered
therapy). Berikut beberapa konsep kepribadian menurut Carl Rogers:
A. Diri
dan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri adalah
kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri yang dirasakan dan disadari. Rogers
mengajukan dua subsistem, yaitu konsep diri dan diri ideal.
a) Konsep
Diri: Seluruh aspek dalam keberadaan dan pengalaman seseorang yang disadari
oleh dirinya. Konsep diri yang sudah terbangun tetap akan membuat perubahan
namun terasa sulit. Perubahan biasanya paling mudah terjadi ketika adanya
penerimaan dari orang lain.
b) Diri
Ideal: Pandangan seseorang atas diri yang diharapkan olehnya, berupa atribut
yang biasanya positif. Misalnya pada wanita yang menginginkan tubuh langsing.
B. Kesadaran
Rogers (1959)
mendefinisikan keasadaran sebagai “representasi simbolik dari sebagian
pengalaman kita”. Ia juga menemukan tiga tingkat kesadaran:
·
Pertama, beberapa kejadian dialami di
bawah batas kesadaran dan biasanya diabaikan atau disangkal
·
Kedua, beberapa pengalaman akan
disimbolisasikan secara akurat dan dimasukkan dengan bebas ke dalam struktur
diri
·
Ketiga, pengalaman yang diterima dalam
bentuk yang terdistorsi.
C. Menjadi
Seorang Manusia
Menurut Rogers proses
yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manusia ialah membuat kontak dengan orang
lain, baik positif atapun negatif. Ketika kita telah mengembangkan kebutuhan
untuk dicintai, diterima, ataupun disukai oleh orang lain maka kebutuhan
tersebut disebut sebagai penghargaan diri. Rogers yakin bahwa menerima penghargaan
positif dari orang lain diperlukan dalam memberikan penghargaan positif pada
diri sendiri. Oleh karena itu, sumber penghargaan diri yang positif berada
dalam penghargaan positif yang kita terima dari orang lain.
D. Hambatan
pada Kesehatan Psikologis
·
Penghargaan bersyarat: individu percaya
bahwa mereka hanya dapat diterima atau dicintai ketika mereka memenuhi apa yang
diinginkan oleh orang-orang disekitarnya.
·
Inkongruesi: ketidakseimbangan antara
pengalaman dan konsep diri.
·
Sikap defensif: perlindungan konsep diri
dari kecemasan dan ancaman, dengan cara menyangkal pengalaman yang tidak
selaras dengan konsep diri yang telah terbentuk
·
Disorganisasi: terjadinya inkongruensi
antara konsep diri dengan pengalaman yang terlalu mendadak sehingga tidak dapat
disangkal.
2.
Kepribadian
Sehat
Rogers
mengemukakan bahwa kepribadian sehat merupakan suatu proses ketika aktualisasi
diri terus berlangsung dan tidak pernah menjadi statis. Namun aktualisasi diri
merupakan proses yang sulit dan terkadang menyakitkan karena didalamnya
terdapat banyak ujian yang akan menguji kemampuan individu. Selain itu, menurut
Rogers orang-orang yang mengaktualisasikan diri adalah orang ang benar-benar
menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak menggunakan topeng untuk
menyembunyikan sebagian diri mereka. Rogers memberikan lima sifat orang yang
berfungsi sepenuhnya, yaitu:
a) Keterbukaan
pada pengalaman: individu menerima apapun perasaan dan sikap yang mereka alami.
Mereka tidak melawannya karena memang menurut mereka hal tersebut tidak
mengancam diri mereka. Mereka tidak hanya menerima pengalaman tersebut, namun
juga dapat menyalurkannya dalam bentuk yang lain. Hal ini berlawanan dengan
sifat defensif.
b) Kehidupan
eksistensial: individu akan terus merasa gembira ketika terdapat pengalaman
yang baru. Mereka menerima pengalaman tersebut dan selalu terbuka dengan
pengalaman yang baru.
c) Kepercayaan
terhadap organisme orang sendiri: individu bertingkah laku menurut apa yang
dirasa benar, merupakan pedoman yang dapat diandalkan dalam memutuskan suatu
tindakan.
d) Perasan
bebas: Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin
juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak.
e) Kreativitas:
orang-orang yang berfungsi sepenuhnya akan mengungkapkan diri mereka dalam
produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kereatif dalam semua bidang
kehidupan mereka.
3.
Perkembangan
Kesehatan Mental
menurut
Roger, manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwaperistiwa
masa kanak-kanak. Menurutnya masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi
kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting daripada masa lampau. Tetapi Rogers
mengemukakan bahwa pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara kita
memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan
psikologis kita. Jadi pengalaman masa kanak-kanak adalah penting, tetapi Rogers
berfokus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang
terjadi waktu itu.
Daftar Pustaka:
Feist,
dan Feist. (2010). Teori kepribadian edisi 7. Jakarta : Salemba Empat.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan : model-model
kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar