Kamis, 14 April 2016

CARL ROGERS




   


1.      Konsep Kepribadian
Carl Rogers mengembangkan teori kepribadian humanistik. Ia dikenal sebagai pencetus terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Berikut beberapa konsep kepribadian menurut Carl Rogers:

A.    Diri dan Aktualisasi Diri
Aktualisasi diri adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri yang dirasakan dan disadari. Rogers mengajukan dua subsistem, yaitu konsep diri dan diri ideal.
a)      Konsep Diri: Seluruh aspek dalam keberadaan dan pengalaman seseorang yang disadari oleh dirinya. Konsep diri yang sudah terbangun tetap akan membuat perubahan namun terasa sulit. Perubahan biasanya paling mudah terjadi ketika adanya penerimaan dari orang lain.
b)      Diri Ideal: Pandangan seseorang atas diri yang diharapkan olehnya, berupa atribut yang biasanya positif. Misalnya pada wanita yang menginginkan tubuh langsing.

B.     Kesadaran
Rogers (1959) mendefinisikan keasadaran sebagai “representasi simbolik dari sebagian pengalaman kita”. Ia juga menemukan tiga tingkat kesadaran:
·         Pertama, beberapa kejadian dialami di bawah batas kesadaran dan biasanya diabaikan atau disangkal
·         Kedua, beberapa pengalaman akan disimbolisasikan secara akurat dan dimasukkan dengan bebas ke dalam struktur diri
·         Ketiga, pengalaman yang diterima dalam bentuk yang terdistorsi.

C.     Menjadi Seorang Manusia
Menurut Rogers proses yang dibutuhkan untuk menjadi seorang manusia ialah membuat kontak dengan orang lain, baik positif atapun negatif. Ketika kita telah mengembangkan kebutuhan untuk dicintai, diterima, ataupun disukai oleh orang lain maka kebutuhan tersebut disebut sebagai penghargaan diri. Rogers yakin bahwa menerima penghargaan positif dari orang lain diperlukan dalam memberikan penghargaan positif pada diri sendiri. Oleh karena itu, sumber penghargaan diri yang positif berada dalam penghargaan positif yang kita terima dari orang lain.

D.    Hambatan pada Kesehatan Psikologis
·         Penghargaan bersyarat: individu percaya bahwa mereka hanya dapat diterima atau dicintai ketika mereka memenuhi apa yang diinginkan oleh orang-orang disekitarnya.
·         Inkongruesi: ketidakseimbangan antara pengalaman dan konsep diri.
·         Sikap defensif: perlindungan konsep diri dari kecemasan dan ancaman, dengan cara menyangkal pengalaman yang tidak selaras dengan konsep diri yang telah terbentuk
·         Disorganisasi: terjadinya inkongruensi antara konsep diri dengan pengalaman yang terlalu mendadak sehingga tidak dapat disangkal.

2.      Kepribadian Sehat
Rogers mengemukakan bahwa kepribadian sehat merupakan suatu proses ketika aktualisasi diri terus berlangsung dan tidak pernah menjadi statis. Namun aktualisasi diri merupakan proses yang sulit dan terkadang menyakitkan karena didalamnya terdapat banyak ujian yang akan menguji kemampuan individu. Selain itu, menurut Rogers orang-orang yang mengaktualisasikan diri adalah orang ang benar-benar menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak menggunakan topeng untuk menyembunyikan sebagian diri mereka. Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu:
a)      Keterbukaan pada pengalaman: individu menerima apapun perasaan dan sikap yang mereka alami. Mereka tidak melawannya karena memang menurut mereka hal tersebut tidak mengancam diri mereka. Mereka tidak hanya menerima pengalaman tersebut, namun juga dapat menyalurkannya dalam bentuk yang lain. Hal ini berlawanan dengan sifat defensif.
b)      Kehidupan eksistensial: individu akan terus merasa gembira ketika terdapat pengalaman yang baru. Mereka menerima pengalaman tersebut dan selalu terbuka dengan pengalaman yang baru.
c)      Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri: individu bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar, merupakan pedoman yang dapat diandalkan dalam memutuskan suatu tindakan.
d)     Perasan bebas: Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis, semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak.
e)      Kreativitas: orang-orang yang berfungsi sepenuhnya akan mengungkapkan diri mereka dalam produk-produk yang kreatif dan kehidupan yang kereatif dalam semua bidang kehidupan mereka.

3.      Perkembangan Kesehatan Mental
menurut Roger, manusia yang rasional dan sadar, tidak dikontrol oleh peristiwaperistiwa masa kanak-kanak. Menurutnya masa sekarang dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting daripada masa lampau. Tetapi Rogers mengemukakan bahwa pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita. Jadi pengalaman masa kanak-kanak adalah penting, tetapi Rogers berfokus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang terjadi waktu itu.

Daftar Pustaka:
Feist, dan Feist. (2010). Teori kepribadian edisi 7. Jakarta : Salemba Empat.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan : model-model kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar