Kamis, 14 April 2016

ABRAHAM MASLOW



    
    



1.      Konsep Kepribadian
Teori kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi.
a)      Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh pada motivasi. Yaitu keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi yang termotivasi.
b)      Motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal, yang berarti bahwa tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah.
c)      Orang-orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan.
d)     Semua orang dimanapun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama.
e)      Kebutuhan dapat dibentuk menjadi sebuah hirarki

Hirarki kebutuhan yang diungkapkan Maslow beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan di level tinggi menjadi hal yang memotivasi.



                               I.            Kebutuhan Fisiologis
Merupakan kebutuhan mendasar setiap manusia, seperti air, oksigen, makanan. Kebutuhan fisiologis berbeda dengan kebutuhan lainnya dalam dua hal, yaitu yang pertama, kebutuhan fisiologis adalah satu-satunya kebutuhan yang dapat terpenuhi atau bahkan selalu terpenuhi. Yang kedua adalah kemampuannya untuk muncul kembali.
                            II.            Kebutuhan akan Keamanan
Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, orang akan memikirkan tentang keamanan diri mereka. Misalnya keamanan fisik, perlindungan, ketergantungan. Kebutuhan keamanan tidak mungkin terpenuhi secara berlebihann. Orang tidak akan pernah benar-benar terlindungi dari meteor, kebakarna, dan sebagainya.
                         III.            Kebutuhan akan Cinta dan Keberadaan
Contohnya adalah keinginan untuk berteman, mempunyai pasangan dan anak. Orang yang kebutuhan akan cinta dan keberadaannya cukup terpenuhi sejak kecil tidak akan menjadi panik ketika cintanya ditolak. Orang semacam ini mempunyai kepercayaan diri bahwa mereka akan diterima oleh orang-orang yang penting bagi mereka, jadi ketika orang lain menolak merak, mereka tidak merasa hancur.
                         IV.            Kebutuhan akan Penghargaan
Mencakup penghormatan diri, kepercayaan diri, kemampuan, dan pengetahuan yang orang lain hargai tinggi. Terdapat dua tingkatan penghargaan, yaitu reputasi dan harga diri.
                            V.            Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
setelah kebutuhan akan penghargaan terpenuhi, orang tidak akan selalu bergerak menuju level aktualisasi diri. Kebutuhan akan aktualisasi diri mencakup pemeuhan diri, sadar akan semua potensi diri, dan keinginan untuk menjadi sekreatif mungkin.

2.      Kepribadian Sehat
Orang-orang yang telah memenuhi hirarki kebutuhan, mereka bebas dari psikosis, neurosis, atau gangguan-gangguan patologis lainnya. Mereka merupakan model pematangan dan kesehatan. Mereka mengetahui mereka siapa dan mau kemana.
Menurut Maslow, sangat penting untuk aktualisasi diri selanjutnya yaitu anak merasa dicintai. Maslow menekankan pentingnya dua tahun pertama kehidupan; apabila anak yang berusia dua tahun tidak menerima cinta, rasa aman, dan penghrgaan yang memadai, maka akan sulit baginya untuk bertumbuh ke arah aktualisasi diri. Terdapat sifat yang menggambarkan pengaktualisasian diri menurut Maslow:
a)      Mengamati realitas secara efisien
b)      Penerimaan umum atas kodrat orang lain dan diri sendiri
c)      Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran
d)     Fokus pada masalah-masalah diluar diri mereka
e)      Kebutuhan akan privasi dan independensi
f)       Berfungsi secara otonom
g)      Apresiasi yang senantiasa segar
h)      Pengalaman-pengalaman mistik atau “puncak”
i)        Minat sosial
j)        Hubungan antar pribadi
k)      Struktur watak demokratis
l)        Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk
m)    Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan
n)      Kreativitas
o)      Resistensi terhadap inkulturasi

3.      Perkembangan Kesehatan Mental
Maslow menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan-kebutuhan instinctive yang mendorong kita untuk tumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasikan diri kita, untuk menjadi semuanya sejauh kemampuan kita.
Dia menekankan, meskipun kita dapat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak yang malang, namun kita bukanlah korban dari pengalaman ini; kita dapat berubah, tumbuh, dan mecapai tingkat-tingkat kesehatan psikologis yang tinggi. Dalam pandangan humanistik ini, manusia memiliki potensi lebih banyak daripada apa yang mereka capai. Maslow berpendapat bahwa apabila kita dapat melepaskan potensi itu, maka kita semua dapat mencapai keadaan eksistensi yang ideal yang dapat ditemui pada orang-orang yang mengaktualisasikan diri mereka.



Daftar Pustaka:
Feist, dan Feist. (2010). Teori kepribadian edisi 7. Jakarta : Salemba Empat.
Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan : model-model kepribadian sehat. Yogyakarta : Kanisius


Tidak ada komentar:

Posting Komentar