TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN
“SLC+” dan “SLC
Cafe”
Oleh :
Kelompok 1 (1PA11)
Athalia Phebe Hermanda
Rissa Septiani Mulyana
Rusma Desinta
Tiara Syifa Fadhillah
Vernanda Fajriati
JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Depok
2015
A. LATAR
BELAKANG
Anak-anak
berkebutuhan khusus di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil yang masih
jauh dari jangkauan pendidikan inklusif, sangat membutuhkan adanya lembaga yang
peduli dengan pendidikan untuk golongan tersebut. Dewasa ini, anak-anak
berkebutuhan khusus yang tinggal di desa kurang mendapat perhatian karena
keterbatasan fasilitas pendidikan inklusif, hal ini biasanya menjadikan
anak-anak tersebut dikucilkan dari lingkungan sehingga mereka tidak dapat berkembang
dengan baik.
Kami
mempunyai konsep kreatif untuk membuat sebuah lembaga dengan program membina
anak-anak berkebutuhan khusus di pedesaan. Anak-anak tersebut akan diberikan
pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing. Kami mendapatkan modal dari cafe yang
kami kelola dengan konsep meningkatkan
kesehatan psikis masyarakat. 30% dari
keuntungan cafe yang kami kelola akan kami gunakan untuk lembaga pendidikan
tersebut. Selain itu, kami akan mengajak berbagai lembaga di bidang yang berkaitan untuk bekerja sama mengadakan
berbagai sosialisasi untuk masyarakat pedesaan mengenai berbagai gangguan
psikologis agar masyarakat awam lebih mengetahui bagaimana cara penanganan yang
tepat untuk gangguan psikologis.
B.KONSEP
KREATIF
1. Produk
· SLC Cafe dan SLC+
*Ket : SLC = Special Love for Children
2. Person
· Sasaran :
o
Anak-anak
berkebutuhan khusus di pedesaan wilayah Jawa Barat.
o
Masyarakat
pedesaan di wilayah Jawa Barat.
· Pengelola :
o
Relawan
yang berpengalaman di bidang psikologi
dan pendidikan : berperan sebagai pendidik di SLC+.
o
Donatur
: berperan sebagai pemberi donasi bagi berjalannya program SLC+.
· Lembaga-lembaga pendukung :
o
HIMPSI
(Himpunan Psikologi Indonesia)
o
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan
o
KPAI
(Komisi Perlindungan Anak Indonesia)
o
BPOM (BadanPengawas Obat dan Makanan)
3. Press
· Motivasi
o
Menyebarkan
semangat pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di pedesaan.
o
Memberikan
pemahaman kepada masyarakat mengenai gangguan psikologis beserta penanganan
yang tepat.
· Dampak
o
Positif
:
1. Pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di pedesaan terpenuhi
dengan baik.
2. Masyarakat awam menjadi lebih mengerti tentang gangguan psikologis.
3. Meningkatkan kesehatan psikis masyarakat.
o
Negatif
:
1. Bila kami mengalami kegagalan dalam mendidik anak-anak berkebutuhan
khusus, masyarakat akan semakin skeptis terhadap cara-cara ilmiah untuk
menghadapi gangguan psikologis
· Prediksi
SLC+ dan SLC Cafe akan memiliki cakupan wilayah yang lebih luas apabila keberhasilan
kami dalam membantu dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus mendapat
apresiasi dari banyak pihak dan bertambahnya jumlah donatur.
· Faktor
o
Pendukung
1. Kerjasama antar unsur-unsur pendukung seperti relawan, donatur,
masyarakat, dan lembaga pendukung lainnya.
2. Dana yang mencukupi.
3. Manajemen
yang baik dalam mengatur dana dan relawan.
4. Peran media sosial dalam mempublikasikan program yang kami miliki.
o
Penghambat
1. Perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan dana, donatur, relawan,
dan izin.
2. Tidak semua relawan memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi
anak-anak berkebutuhan khusus.
3. Sulitnya mengubah paradigma masyarakat tentang anak-anak yang
berkebutuhan khusus.
4. Tidak semua daerah bisa dijangkau karena keterbatasan infrastruktur.
· Antisipasi kegagalan
o
Menyaring relawan yang kompeten untuk dijadikan tenaga pendidik di SLC+.
o
Melakukan pendekatan yang bersahabat kepada masyarakat mengenai program
yang akan kami jalankan.
o
Berusaha semaksimal mungkin menjangkau daerah-daerah terpencil.
4. Proses
· Kami sebagai pengelola menanam investasi awal
untuk pembangunan SLC Cafe.
· Membuat proposal pengajuan dana kepada calon
donatur bagi SLC+.
· Membangun SLC Cafe yang pertama di Kota
Bandung.
· Mengadakan open
recruitment untuk tenaga pengajar (relawan).
· Mempublikasikan SLC+ dan SLC Cafe melalui
berbagai media kepada masyarakat.
· Bila donasi perdana untuk SLC+ telah memadai,
kami akan menentukan daerah-daerah yang akan kami jadikan tempat untuk
mendirikan posko SLC+.
· Pada program SLC+, kami menyebar para relawan
ke berbagai daerah tersebut selama 2 minggu dan berlangsung rutin setiap bulan.
Para relawan di sana mengadakan kegiatan edukatif serta sosialisasi mengenai
berbagai gangguan psikologis kepada masyarakat.
· Setiap bulannya, 30% dari penghasilan SLC Cafe
dikumpulkan untuk mendanai SLC+.
·
Mengadakan rapat setiap 3 bulan yang dihadiri para donatur SLC+ serta
pengelola untuk mengevaluasi jalannya program yang berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar